Showing posts with label Opinion. Show all posts
Showing posts with label Opinion. Show all posts

Film dokumenter. Skor IMDB nya sih jelek ya 7.7. Tapi menurut saya, film ini menunjukkan argumentasi yang bagus terkait dengan dampak dan posisi social media.  Terutama bagi orang-orang yang merasakan dampak negatif sosial media seperti saya. Sebagai generasi Y alias orang yang lahir tahun 1990 an, perjalanan sosial media saya dimulai dari Friendster beralih ke Facebook beralih lagi ke Twitter beralih lagi ke Instagram kemudian ke Path. Namun sebagaimana sebagian besar orang, Path tidak digunakan secara berkelanjutan, jadi balik lagi deh ke Instagram. At first, media sosial mengakomodasi untuk saling sharing, saling caring dan saling pamer foto. Karena saat itu HP yang digunakan tidak lah secanggih sekarang. Kami atau at least saya merasa excited setiap membuka platform media sosial di warnet. Melihat notifikasi, saling comment, haha hihi sana sini. Negatifnya, waktu dan uang yang disediakan untuk datang ke warnet menjadi lebih besar. It is addictive indeed. Lama kelamaan, didukung dengan kecanggihan teknologi, addictivity tersebut berubah menjadi habits. A shallow habit. Membuka notifikasi tidak seseru sebelumnya. Perasaan tidak nyaman melihat updates dalam circle friends (called insecurity). Nyinyiran kasar yang anonymous. Batas privasi yang mulai kabur. Politik dan stereotype yang semakin meruncing. Benar salah yang semakin abu-abu. *deep sigh

The Social Dilemma (2020) by IMDb


Hal-hal negatif yang saya sebutkan diatas dibahas pada film tersebut dengan argumentasi yang meyakinkan melalui interview dengan ex petinggi Google, Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Sebut saja Tristan Harris, Tim Kendall dan Alex Troetter. Disajikan juga argumen dari ahli di bidang psikologi dan aktivis. Yes! Sebagian besar film ini memang menyajikan potongan-potongan interview dengan para ahli. Selain itu, terdapat juga dramatisasi penggambaran dampak media sosial yang menurut saya tidak terlalu perlu karena kurang sejalan dengan argumentasi yang dipaparkan. Kekurangan lain dari film ini adalah dari solusi yang disebutkan di menit-menit terakhir tidak menarik dan terlalu sederhana, yaitu masalah regulasi. 


Film ini berargumen bahwa media sosial saat ini bersifat manipulatif karena didesain untuk membuat orang tidak beranjak dari handphone alias media sosial. Untuk mencapai hal tersebut, AI (Artificial Inteligent) dibuat sehingga menu yang dimiliki setiap orang masing masing berbeda. Tergantung dari preferensi orang tersebut. Notifikasi dibuat personalized, sehingga setiap orang hanya melihat apa yang dia suka. Hal ini pada awalnya memang dibuat untuk memudahkan manusia menemukan apa yang dicari. Namun secara garis besar dan dalam jangka waktu panjang, membuat orang lebih tertutup atas possibilitas dan berita lain yang terjadi di dunia. Karena itu lah, satu berita yang salah dapat dengan mudah memicu konflik atau bahkan perang antar golongan jika tidak ada orang yang bertindak atas kondisi saat ini.


Selain itu dalam film ini, disebutkan bahwa secara personal media sosial menciptakan standar sosial  tertentu dimana manusia mengalami penurunan self esteem, ketidakpuasan atas kondisi yang ada, dan kenaikan angka depresi. Hal ini membuat manusia sering menyalahkan diri sendiri dan juga menyalahkan orang lain. 


Dari sisi perusahan pembuat media sosial, data atas pengguna media sosial adalah sesuatu yang diperjualbelikan. Jika kita tidak membayar atas produk tersebut, maka kita adalah produk yang sebenarnya. Media sosial menyimpan data kita dalam skala besar, searching history, transaction history, job history, email dan lain sebagainya. Salah satu fungsi dari banyaknya data ini adalah kepastian akan berhasilnya strategi. Ini lah yang utamanya diperjualbelikan. Data kita. Selain itu, media sosial saat ini memiliki kemampuan untuk merubah preferensi seseorang dengan menampilkan produk yang sama secara terus menerus. Hal ini lah yang kemudian dibeli oleh swasta. Sebenarnya hal ini sama dengan konsep iklan pada televisi. Namun dengan teknologi dalam genggaman (smartphone) intensitas pemberian iklan menjadi semakin masif dan dalam jangka waktu panjang merubah preferensi dengan pasti. 


Satu hal yang menurut saya agak aneh. Film yang mengkritik media sosial ini tayang di Netflix yang notabene juga merupakan platform media sosial. Agak ga sinkron bukan ya. 


Selain regulasi, kontrol diri juga perlu. Lawan! merupakan solusi lain yang disebutkan dalam film ini. Dengan cara menyebutkan keyword dengan tepat, menolak saran pencarian, membaca sebanyak mungkin info yang ada bahkan jika perlu membaca berita dan opini dari point of view lain, mengurangi waktu untuk media sosial dan lebih menghabiskan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat. Menggunakan media media sosial memerlukan wisdom yang kuat dalam diri. So, Lets fights! and not being addictive. 

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS Al-Imran:103)

1.      Perpecahan dalam umat Islam
Perpecahan dan perselisihan bukan lah hal baru dalam sejarah umat Islam. Tercatat sehari setelah Rasulullah wafat, telah terjadi perselisihan di kalangan umat dalam menentukan pengganti pemimpin umat. Pada saat itu perselisihan diselesaikan dengan musyawarah dan diakhiri dengan baiat Abu Bakar Ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama setelah Nabi S.A.W. Meskipun demikian, terdapat golongan yang tidak puas dengan hasil musyawarah tersebut namun belum menghasilkan konflik yang berarti.

Perpecahan umat Islam mulai nyata pada zaman kekhalifahan Utsman bin Affan. Kondisi politik yang tidak lagi kondusif dan terdapat beberapa kelompok yang menyebarkan fitnah di kalangan kaum muslimin. Hal ini menyebabkan terjadinya perang antar sesame Muslim. Sejak terbunuhnya Utsman bin Affan hingga hari ini umat Islam tidak lagi memiliki pemimpin yang diakui oleh semua pihak. Setiap kelompok mempunyai pemimpinnya tersendiri dan tidak mengakui pemimpin dari kelompok lain. Islam saat ini memiliki banyak aliran seperti Asya’ariyah, Syiah, Maturidiyah, Jabariyah, dan Mu’tazilah. Munculnya aliran tersebut berawal dari perbedaan dalam memahami ajaran Islam. Perbedaan pemikiran tersebut, jika bergesekan dengan kepentingan politik, maka akan berkembang menjadi perpecahan dan konflik yang pada akhirnya berujung pada perebutan kekuasaan, seperti yang terjadi pada Perang Teluk, konflik saudara di Syria dan Yaman.

Umat Islam di Indonesia pun tidak luput dari perpecahan tersebut. Ketika masa awal kemerdekaan, sebagian besar ormas Islam tergabung ke dalam Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) yang berubah menjadi Masyumi. Masyumi kemudian terpecah karena perbedaan paham yang ditandai dengan keluarnya Sarekat Islam yang disusul oleh NU.

Rasulullah dalam beberapa riwayat hadits telah mengingatkan bahwa umat Islam akan terpecah.
-          Dari Abdullah bin Umar berkata, Rasulullah saw bersabda: “Akan datang atas umatku apa yang telah datang atas Bani Israil sejengkal demi sejengkal, hingga jika diantara mereka ada yang menzinahi ibunya secara terang-terangan maka di umatku juga akan ada yang melakukannya, dan sungguh Bani Israil itu telah terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu golongan.” Para sahabat bertanya: golongan apa itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: “Orang yang mengikut apa yang aku dan para sahabatku berpijak di atasnya.”
-          Dari sahabat Sa’ad bin Abi Waqqas radhiallahu’anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Aku memohon tiga hal kepada Tuhanku (Allah), maka Ia mengkabulkan dua hal dan menolak satu hal: Aku memohon agar Ia tidak membinasakan umatku dengan paceklik (kekeringan), maka Ia mengkabulkannya, dan aku memohon agar Ia tidak membinasakan umatku dengan ditenggelamkan (banjir), maka Ia mengkabulkannya, dan aku memohon agar Ia tidak menjadikan kekuatan mereka menimpa sesama mereka (perpecahan), maka Ia tidak mengkabulkannya.(HR Muslim).

2.      Penyebab perpecahan
Keislaman, keimanan, ketakwaan, persaudaraan, solidaritas, persatuan, dan kesatuan dalam jamaah adalah nikmat yang harus disyukuri. Caranya adalah dengan menjaga dan tidak merusaknya. Di antara hal yang merusak nikmat ini adalah perpecahan.

Jaziman dalam buku Rasmul Bayan Tarbiyah menyebutkan faktor-faktor peyebab perpecahan umat Islam adalah sebagai berikut:
a.       Melanggar janji. Janji yang dimaksud adalah janji untuk berpegang pada tali Allah berupa keimanan yang diikrarkan, bahkan sejak manusia belum terlahirkan ke muka bumi. Janji untuk beriman; berpegang pada kitab suci-Nya; mengikuti dan mendukung Rasul-Nya; serta memperjuangkan dan menegakkan syariat-Nya di muka bumi. Pelanggaran terhadap janji ini akan mengundang kutukan Allah dan mengerasnya hati.
b.      La’natullah (kutukan Allah). Rahmat Allah luas dibanding kemurkaan-Nya. kutukan tidak akan terjadi kecuali karena dosa yang melampaui batas kewajaran.
c.       Kekerasan Hati. Pelanggaran janji dan laknat Allah menyebabkan hati mengeras. Bila hati sudah mengeras, ia akan lebih keras dibanding batu yang paling keras sekalipun. Rasulullah saw. mengatakan kekerasan hati merupakan satu hal yang menyebabkan kesengsaraan.
d.      Mempermainkan manhaj (Pedoman). Di antara bentuk-bentuk permainan terhadap pedoman yang telah dilakukan oleh Bani Israil adalah mengganti hukum-hukum yang mereka pandang tidak menguntungkan dengan hukum yang selaras dengan nafsu. Di samping itu mereka sangat diskriminatif.
e.       Melupakan minhaj. Kebiasaan mempermainkan minhaj menyebabkan mereka tidak sungkan-sungkan untuk melupakannya sama sekali.
f.       Pengkhianatan. Pengkhianatan terhadap amanah ilahiyah menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka. Bila ini terjadi, tidak ada lagi kepercayaan terhadap sesama dan pada saat itulah terjadi perpecahan.

Sedangkan Nuruddin Muhammad Zanky pada tulisannya yang dipublikasikan oleh Era Muslim menyebutkan empat faktor penyebab perpecahan umat Islam:
-          Lemahnya pengetahuan islam
Kurangnya pemahaman terhadap berbagai metode yang digunakan oleh para ulama dalam melakukan istinbath terhadap suatu hukum, tentu akan memperluas wawasan seseorang mengenai hakikat perbedaan itu sendiri, sehingga jika mereka menemui adanya perbedaan, maka alasan dasar mengapa perbedaan itu terjadi sudah dapat dianalisa dengan baik. Namun yang terjadi di masa sekarang adalah kebalikannya. Umat muslim kurang dapat memahami hal tersebut, sehingga kemudian mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum dapat diklarifikasi kebenarannya dan fitnah yang dilakukan oleh oknum tertentu.

-          Konspirasi kaum kuffar
Melalui 3F (Food, Fashion dan Film) ditambah lagi Finance, para kaum kafir menyerang pemikiran umat muslim dari berbagai arah. Mereka menggunakan perencanaan yang matang, pengorganisasian yang profesional, dan didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai berupa media, sarana pendidikan, hiburan dan olahraga serta lembaga sosial. Serangan pemikiran yang bertubi-tubi ini menyebakan perusakan akhlaq, melarutkan kepribadian Islam dan pemurtadan. Dalam sebuah atsar dikatakan bahwa kejahiliyahan yang terorganisasi akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Pembebasan umat dari problematika di atas hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan dan menyebarkan ilmu pengetahuan, pendidikan [tarbiyah], dan jihad fii sabilillah.

-          Tidak adanya khilafah Islamiyah
Tidak adanya susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran Islam, dimana aspek-aspek yang berkenaan dengan pemerintahan seluruhnya berlandaskan ajaran Islam.

-          Sekulerisme dan Ketidakpedulian penguasa
Sekularisme atau pemisahan agama dengan aktivitas dunia menyebabkan masyarakat kurang peduli dengan agamanya, melemahkan akhlaq, menciptakan sikap wahn dan menghalangi penegakan syariat. Hal ini ditambah lagi dengan penguasa yang tidak peduli dengan dakwah Islam, sehingga perlawanan terhadap serangan pemikiran, fitnah dan provokasi tidak teroganisir dan berjalan sendiri-sendiri antar kelompok. Hal ini tentunya semakin melemahkan umat.

3.      Larangan keluar dari Jamaah dan Solusi terhadap perpecahan
Allah S.W.T melarang kita untuk berpecah belah dan keluar dari jamaah. Dalam tafsir Al-Qurthubi mengenai QS Ali Imron ayat 103, Allah Ta’ala mewajibkan kita berpegang kepada kitabNya dan Sunnah NabiNya, serta - kembali kepada keduanya ketika berselisih. Dan memerintahkan kita bersatu di atas landasan Al Kitab dan As Sunnah, baik dalam keyakinan dan perbuatan.

Dan janganlah kamu termasuk orang yang menyekutukan Allah yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka. (QS. Ar-Ruum [30] : 31-32)

Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina, membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya. (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Betapapun Allah Mahakuasa namun sunnah-Nya mengatakan bahwa kemenangan itu hanya akan terwujud apabila ada jamaah yang memperjuangkannya di muka bumi. Sampai detik ini, jamaah yang dimaksud belum wujud di bumi. Karena itu, sesuai kapasitasnya masing-masing, setiap mukmin mengemban tanggung jawab untuk mewujudkannya. Semangat jamaah yang harus dicapai adalah:
-          Berpegang pada tali Allah saja yaitu Al-Quran dan Sunnah.
-          Tidak bercerai-berai
-          Penyatuan hati
-          Ukhuwah Islamiyah 
Rasulullah merupakan sosok yang ‘exceptionally genius’, karena telah berhasil membangun jamaah dengan menyatukan sebagian besar suku yang ada di jazirah Arab. Hal ini karena Rasulullah mampu membentuk umatnya melalui suri tauladan yang baik, pelaksanaan syariat secara penuh dan semangat persaudaraan yang kuat (Ukhuwah Islamiyah). Persatuan umat akan semakin kuat dengan adanya Ukhuwah Islamiyah. Ukhuwah sebagaimana digambarkan Rasulullah SAW. dan diuraikan dengan bahasa kontemporer oleh Imam Hasan al-Banna tidak akan tercapai kecuali bila melalui tahapan dan tangga-tangganya, yaitu komunikasi, baik personal maupun kolektif. Komunikasi dapat dicapai dengan pertemuan langsung melalui silaturahim, maupun tidak langsung dengan menggunakan sarana tradisional maupun modern. Komunikasi di zaman ini memberikan kemudahan lebih besar bi meluasnya jaringan dakwah dan ukhuwah islamiyah. Berikut adalah tahapan tahapan ukhuwah :
  1.  Ta’aruf [saling mengenal]
Bukan hanya mengenalinya secara fisik, namun juga mengenali aspek pemikiran, kejiwaan, latar belakang diri dan keluarganya, kelebihan-kekurangannya, dan lain sebagainya.
2.      Tafahum [saling memahami]
Kesepakatan yang harus dibangun dimulai dengan kesepahaman dalam hal-hal prinsip, lantas dilanjutkan untuk saling memahami hal-hal yang sekunder. Bila ini dapat dilakukan, akan dapat dicapai kesatuan hati, satunya pemikiran, bahkan terimplementasikan dalam bentuk kesatuan amal dalam amal jama’i.
3.      Ta’aawun [saling membantu]
Mereka suka rela membantu baik dalam hal-hal yang menyangkut urusan hati, pikiran, maupun amaliyah. Ta’awun hati diwujudkan dalam bentuk empati dan kepedulian misalnya; ta’awun fikri diwujudkan dengan memberi saran dan sumbangan pemikiran; ta’awun amali dalam bentuk bantuan dan pertolongan secara materi, dan lain sebagainya.
4.      Takaaful [saling sepenanggungan]
Pada tingkat ini seorang mukmin benar-benar merasakan bahwa ia adalah bagian yang tak terpisahkan dari saudaranya. Bagai jasad yang satu, bila ada bagian tubuhnya yang mengaduh seluruh jasad akan tidak dapat tidur dan merasakan demam. Pada tahab ini mereka benar-benar telah menyatu dan saling mencinta. Bila seluruh tahapan ini tercapai, insya Allah akan terwujud kesatuan barisan dan kesatuan umat.
Source :
Hadits Arbain Nawawi
Jaziman. 2014. Rasmul Bayan Tarbiyah. https://rasmulbayantarbiyah.wordpress.com. Diakses pada tanggal 9 Maret 2017
Muhammad Umar Jiau Al-Haq. 2016. Syahadatain Syarat Utama Tegaknya Syariat Islam. Pustaka Islamika
Fikri Mahmud. Politik Dan Perpecahan Umat Islam: Latar Belakang Sejarah. http://fikrimahmud.tripod.com/. Diakses pada tanggal 9 Maret 2017

Dear All, unlike my other posts, now I would like to share my review and experience using Korean Skincare line. FYI, in the past, I did not really care about my own skin. I barely used skincare or even just day-cream. Thus my face was very dry and dark years ago. Hahaha.

My collection of skin care~


My improvement started two years ago when I had to wear make up. Yes, I got a job! But make up is not very friendly with our skin. Thus, I bought a day-cream of local brand. It helped me a lot that days. It moisturized my skin and in the end helped my face look brighter and also reduce my acne. The only problem was blackheads around my nose area. But I didn't found it too annoying. 

Then, as my monthly bank statement went higher, I wonder if I need to try another more expensive brand. So, I change my day-cream plus my face wash to The Bodyshop Vitamin E Intense Moisture Cream. One of my friends use it and her skin got much better. But when I used it, somehow I found my skin become oily, but I thought it was fine. Healthy skin needs oil to be hydrated. After months, I got so many pimple on my T-Area, though I already decreased the amount I applied. Thus I change again to seaweed line which was more suitable for combination skin. And, after only a week, my skin got drier. It was so dry and even create light rash on my face. I got stressed. I stopped using those products and tried to do some research about skincare especially Korean skincare. I have tendency to use Korean Skincare because : First, I enjoy Korean TV-shows a lot, and saw a lot of advertisement about their product; Second, from my research (I called it research because I did it for about a month), Korean Skincare mainly use chemical from plants thus decrease possibility of using lard and insects. But you still should be careful with certain ingredients like snail filtrate extract and placental protein. Before buy the product it would be better if you carefully check the ingredients. I usually use http://www.cosdna.com/ and google to analyze the substance.

And now ~ I call myself  'skincare enthusiast'. Hahaha

At first I only buy Laneige Water Sleeping Mask and Etude Wonder Pore Line in travel size. It works! My dryness depleted though not completely. I feel different using those product. My skin was moisturized but not too oily. My pore reduced and my face become fresher because it hydrated well. I was satisfied with the result and continuously apply the 10-step of applying Korean skin care. Below are the steps and products I've been used. For more detail you could read https://sokoglam.com/pages/the-korean-skin-care-routine and http://fashionista.com/2015/02/korean-skin-care-essence-serum or another review in google. 
  1. Cleansing. 
    • All korean beauty blogger would recommend you to use two steps of cleansing. Oil cleansing and water based cleansing. Oil cleansing work effectively to get rid most of the obstacles, ie. makeup, dirt and general environmental grossness and impurities while the water based cleansing finish it by push away any residue. Because our skin is already clean, the nutrition would absorb effectively after that.
    • At first, I did it with local brand 'Wardah' for oil cleanser and The Body Shop Seaweed face wash. But it did not turn out well. My face feel irritated after using it for a week. So stopped the double cleansing section and only used the face wash. I never wear make up so thick, so I guess it would still work to clean up my face from any residuals. Recently I bought Garnier Micellar Water and a honey-made soap (I forgot the brand). It is the best combo. The micellar water really clean up the dirt a lot and the honey soap finish the cleansing without causing dryness.  

  2. Exfoliating
    • Exfoliator pull away dead skin cells, improve the cell turnover, unclog pores and allow for better absorption for another nutritious substance
    • Previously I used Clinique Clarifying Lotion. It says twice a day exfoliator, thus I put it in exfoliator part though it works like toner. The alcohol substance is relatively strong and makes my skin dry. But it works well with my pore. It reduced my blackheads around nose area.
    • After I finished my Clinique, I use Skinfood Black Sugar Mask Wash-Off. Instead of Innisfree Jeju Black Sugar Mask, I choose Skinfood because from the article I read, its substances are more gentle than Innisfree (and cheaper actually. Hahaha). While applying it, use toner or water so it would not be too harsh. Black Sugar Mask contain sugar grains that would easily dissolve after we scrub it to our skin. After scrubbing, leave it for 15 minutes (but I usually wash after 30 minutes). It really get my face fresh, glowing and smooth. The recommended usage is once a week. The cons is it contains Paraben as its preservative.
  3. Applying Toner
    • Toners were invented because soap used to be so harsh that it would raise the pH of your skin to unhealthy levels. The toner would then bring the skin’s surface pH back to normal and help the skin absorbs nutrition well.
    • I used Wardah Hydrating toner because it is so cheap so I dont need to worry if want to use it generously. This Wardah product is pretty satisfying. It is gentle and makes my face so fresh. I used this toner everytime. Seriously, rather than Etude Wonder Pore Freshner, I would prefer to recommend this product to you. 
  4. Sheet Masking
    • There is saying that sheet mask is the heart of Korean skincare. Well. I believe that it is true. When I am doing Umroh, I have to consume primolut-N for a week which makes my face got some rash and it feels so itchy. After back to home, I routinely use sheet mask (Innisfree Skin Clinic Mask) for a week and the rash went away in an instant. Oh my god! Hahaha. Before, I love using sheet mask to relieve my stress from work but I love it more right now. Beside Skin Clinic Mask, I've ever tried the Innisfree Real Squeeze Mask, Etude Sheet Mask and Celebon. The best are Skin Clinic Mask and The most comfortable to use is Etude Sheet Mask. Sheet Mask really help your face softer, dewy and smooth. 
    • Sheet mask is a face sheet soaked in water of nutrition-packed solution. Sheet mask is Use sheet mask after applying toner. sheet masks are effective because as they adhere to your skin, the ingredients infused in the fabric are transferred and able to penetrate the epidermis. Check it here if you want more detail https://www.belmondobeauty.com/why-use-sheet-masks/ and https://www.orgaid.com/blogs/news/42212929-top-10-facts-you-need-to-know-about-sheet-masks
  5. Applying Essence
    Secret Key and Innisfree are the essence while the small one (Mineral Botanica) is the serum
    • Essence is also said as the heart of Korean Skincare. It has more active ingredient which their main function are to hydrate and moist the skin. It is said that essence help our skin from aging and blemish by creating a stronger and more resistant skin foundation. Unlike serum, the essence substance is more like water. Eh, but the essence I am using now (Innisfree Jeju Sparkling Mineral Water) comes up with sponge substance. Hehe
    • My first essence was Secret Key Starting Treatment Essence. It is the cheapest essence I can find that time. I love the packaging. It is like SKII comes in cheaper way. But what I dislike is the smell. The smell is too strong and alcoholic. Its active and main ingredient is Galactomyces which also used in SKII and Missha. It wasnt sticky at all but I did not feel moist also. After months using it everyday (as you see in picture, I finished half of it), I didnt see significant changes on my skin. So I bought another essence (Innisfree). Different with Secret Key, Innisfree Jeju Sparkling Mineral Essence has thermal water (Onsen-Sui 73.6%) as its main ingredient and comes up in can packaging. According to the packaging it's 6-free: no paraben, animal ingredient, miniral oil, color, artificial fragrance and imidazolidinyl urea. Hmm. Good enough right. Its substance (though like sponge) is watery and melts into water in no time. It has refreshing smell like combination of citrus and some flowery fragrant.  My skin feels really moist and dewy right after applying
  6. Applying Serum
  7. Applying Moisturizer
    • When my face was very dry, I used Innisfree Green Tea Balancing Lotion and it had a great effect after a week. My face become so moist at an instant. Only with 3 droplets, clap it on my hand and apply it to my face. But after using it for a month, my face become oily enough to have many acne. Heugh. So I stopped using this product. It would only be good to dry skin. 
    • After that, I took a look online and found make p:rem safe relief moisture cream. That time only because there is a sale on the product. The result is wow. My oil become controllable. My face becomes brighter and my acne scars becomes invisible. My black head is none. Even when I am on my period, acne didnot come. If you look into its ingredients, it contains 12 ingredients which has high level of safety. Check this out http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_44b6265875.html. You SHOULD TRY!!!
    • Unfortunately, It is so expensive and hard to get in Indonesia. Thus I, once again, look for the substitute and found Sebamed Moisturizer Cream. Yeah. It is not as good as Make P:rem but still good. It really moist my face thought after a week my face becomes more oily and acne cooomeee~ Those I look for skin care which would make my face drier and found Nature Republic Aloe Vera Gel which is so famous and somewhat contain alcohol. Three days using it and my oil is gone. My face becomes drier again and then I stop it after three days and back to Sebamed. Now I use both product alternately.  This combination skin is really something

  8. Applying SPF
    • Actually, I dont apply sunscreen separately. For me, BB Cream is already enough to cover my skin from the sun because most time I am indoors. I already used Etude Precious Mineral Blooming Fit, Missha Perfect Cover BB Cream and Innisfree Eco Natural Green Tea BB Cream. And the most suitable product for my skin is ... Etude Precious Mineral Blooming Fit. It very soft and create good complexion over my face. second choice is Innisfree Eco Natural Green Tea BB Cream because it feels drier. and will never repurchase Missha Perfect Cover BB Cream. It is too thick for my skin and make white head appear. I guess my skin is not suitable with product with high SPF. 

  9. Applying Eye Cream
    • I understand it is also important for our skin. It just I havent tried one of this kind. 

  10. Applying Lip Balm
    • Nuxe lip balm is the best. In the night better use Laneige Lip Sleeping Mask. It works to reduce wrinkles on your lips thus make your lips structure smoother
  11. Applying Night Cream
    • Try Laneige Sleeping Mask. It is one of the best sleeping mask.